Browsing "Older Posts"

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok oleh - layanandokter.online

Halo sahabat selamat datang di website layanandokter.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Penyebab bibir hitam bukan hanya karena kebiasaan merokok saja. Ada banyak hal yang dapat membuat bibi Anda hitam. Bibir yang terlihat hitam bisa mengurangi penampilan Anda. Walaupun Anda tidak merokok, bibir Anda bisa saja menghitam dan gelap akibat kebiasaan yang buruk.Apa saja penyebab dari perubahan warna bibir menjadi lebih hitam dan gelap meskipun tidak mempunyai kebiasaan merokok.

1. Bibir kering

Bibir mudah sekali kering jika tidak sengaja Anda lembapkan. Kulit bibir yang selalu terbuka, membuat kelembapannya mudah sekali hilang, apalagi jika di cuaca panas. Bibir yang kering dapat menyebabkan bibir tersebut mengalami pecah-pecah dan berpeluang untuk menggelap secara perlahan.

2. Gaya hidup dan kebiasaan

Selain merokok, kebiasaan lain yang dapat membuat bibir Anda menjadi lebih gelap adalah minum alkohol. Zat asam yang terkandung di dalam alkohol adalah alasannya. Tidak hanya itu, terlalu banyak minum alkohol bisa mengakibatkan Anda mengalami dehidrasi – meskipun alkohol adalah cairan. Sementara, salah satu dampak dehirasi adalah membuat bibir pecah-pecah dan kemudian mengubah warna bibir menjadi lebih hitam.

3. Hiperpigmentasi

Penyebab bibir hitam lainnya adalah hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi adalah kondisi di mana melanin di dalam tubuh terlalu banyak sehingga mempengaruhi warna kulit, termasuk warna bibir Anda. Biasanya, melanin terbentuk akibat terlalu sering terkena sinar matahari. Bagian wajah adalah bagian yang paling berpeluang untuk mengalami hiperpigmentasi karena sering terkena sinar matahari langsung.

Oleh karena itu, penting bagi Anda yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan untuk menggunakan tabir surya. Untuk di bagian bibir, biasanya beberapa merek lipgloss atau pelembap bibir mengandung SPF – usahakan untuk menggunakan SPF 30 – yang dapat menjaga bibir Anda menghitam akibat sinar matahari.

4. Miliki kondisi anemia

Anemia bisa menjadi penyebab bibir hitam, kondisi ini disebabkan karena Anda kekurangan hemoglobin – zat yang membawa oksigen dan zat gizi di dalam darah. Zat tersebut yang memberikan warna merah pada darah, sehingga perubahan warna kulit di beberapa bagian, salah satunya adalah bibir bisa menghitam.

5. Sering mengonsumsi kafein

Makanan dan minuman kafein adalah salah satu penyebab bibir hitam yang Anda miliki. Kafein sebenarnya merupakan zat diuretik yang dapat membuat Anda sering buang air kecil. Terlalu banyak zat diuretik di dalam tubuh akan mengakibatkan Anda mengalami dehidrasi, karena cairan terus keluar melalui urin. Sedangkan dehidrasi bisa membuat bibir Anda pecah-pecah, tidak sehat, dan warnanya berubah menjadi lebih gelap.

6. Penggunaan produk kosmetik yang sudah kedaluwarsa

Bagi wanita, melakukan aktivitas sehari-hari tidak lengkap rasanya jika tidak memakai lipstik. Ya, lipstik adalah penyempurna penampilan wanita. Namun apa jadinya jika lipstik yang Anda gunakan setiap hari justru menjadi penyebab bibir hitam? Beberapa wanita sayang untuk membuang lipstiknya, walaupun sudah kadaluwarsa. Padahal lipstik tersebut tentu saja sudah jelek kualitasnya dan dapat mempengaruhi kesehatan bibir, salah satunya mengakibatkan bibir menjadi hitam.

7. Keracunan

Bibir Anda akan hitam apabila mengalami keracunan. Racun yang bisa menjadi penyebab bibir hitam, yaitu merkuri, perak, tembaga, alkali kuat, dan berbagai jenis logam yang berbahaya lainnya.

Itulah tadi informasi mengenai 7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok dan sekianlah artikel dari kami layanandokter.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Monday, August 17, 2020

Kenali Penyebab dan Gejala Kanker Prostat pada Usia Muda oleh - layanandokter.online

Halo sahabat selamat datang di website layanandokter.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kenali Penyebab dan Gejala Kanker Prostat pada Usia Muda, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kanker prostat merupakan jenis penyakit kanker yang sering terjadi pada pria, terutama pria lanjut usia (lansia) atau di atas usia 65 tahun. Meski demikian, kanker prostat juga bisa terjadi pada pria yang lebih muda atau di bawah 50 tahun. Lantas, apa penyebab dan gejala kanker prostat pada usia muda? Apakah ada cara mencegahnya?

Seberapa umum kanker prostat terjadi pada pria muda?

Kanker prostat memang erat kaitannya dengan penyakit lansia. Pasalnya, risiko penyakit ini semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia. Bahkan, American Cancer Society menyebutkan, enam dari sepuluh kasus kanker prostat ditemukan pada pria berusia di atas 65 tahun.

Namun, penyakit kanker prostat juga bisa terjadi pada pria yang lebih muda.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan di Journal of the Chinese Medical Association, satu persen dari total kasus kanker prostat merupakan pasien yang berusia lebih muda, yaitu di bawah 50 tahun. Adapun rata-rata dari pasien tersebut didiagnosis memiliki kanker prostat berjenis adenokarsinoma.

Bahkan, penelitian lain pada 2019 menunjukkan, jumlah penderita kanker prostat terus meningkat pada remaja dan dewasa muda di berbagai negara. Kasusnya tercatat meningkat secara stabil, sekitar dua persen per tahun, sejak 1990 di seluruh kelompok usia antara 15-40 tahun.

Meski demikian, kasus kanker prostat pada pria muda ini masih sangat jarang terjadi. Dari 100.000 pria di bawah usia 35 tahun, hanya 0,2 yang mengalami kanker prostat, sedangkan pada usia 70 tahun, rata-rata kasusnya bisa mencapai 800 dari 100.000 orang.

Meski jarang terjadi, kanker prostat di usia muda tetap perlu diwaspadai. Apalagi, beberapa kasus kanker prostat pada pria muda ditemukan dalam kondisi stadium kanker prostat lanjut.

Penyebab kanker prostat pada usia muda

Kanker prostat terjadi ketika adanya sel abnormal yang tumbuh dan tidak terkontrol di kelenjar prostat. Pertumbuhan sel abnormal ini umumnya disebabkan oleh mutasi genetik yang dapat diwariskan dari orangtua atau yang berkembang dengan sendirinya (bukan keturunan).

Meski demikian, penyebab kanker prostat pada usia muda belum diketahui secara pasti. Para peneliti menduga, kanker prostat bisa ditemukan pada pria muda karena tumor di dalamnya berkembang dengan cepat.

Sementara dugaan lainnya karena meningkatnya angka kesadaran para pria untuk melakukan skrining kanker prostat, seperti tes PSA, lebih dini. Namun, beberapa faktor lain juga disebut berperan dalam menumbuhkan sel kanker di kelenjar prostat. Faktor-faktor tersebut, yaitu:

1. Keturunan atau riwayat keluarga

Salah satu penyebab kanker prostat yang mungkin terjadi, yaitu mutasi genetik yang diturunkan dari keluarga. Pada pria muda yang mendapat diagnosis kanker prostat umumnya ditemukan mutasi genetik HOXB13, yang didapat dari orangtua.

Meski demikian, kasus mutasi genetik ini sangat jarang, sehingga kasus kanker prostat pada usia yang lebih muda pun jarang ditemukan.

2. Obesitas dan pola hidup yang tidak sehat

Kegemukan atau obesitas memang kerap menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Pada kanker prostat, obesitas disebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat agresif atau stadium lanjut.

Pada anak muda, obesitas memang kerap terjadi. Hal ini umumnya terkait dengan gaya hidup yang buruk, seperti kurang gerak atau pola makan yang tidak sehat.

Selain yang disebutkan di atas, beberapa faktor lain pun disebut dapat menjadi penyebab kanker prostat pada usia muda, seperti infeksi HPV, atau paparan zat dari lingkungan.

Gejala-gejala kanker prostat pada usia muda

Pasien kanker prostat yang berusia lebih muda atau di bawah 50 tahun lebih jarang menunjukkan gejala awal. Namun, pada beberapa kasus, gejala kanker prostat mungkin dirasakan ringan dan semakin memburuk secara bertahap.

Beberapa gejala yang mungkin dirasakan, seperti nyeri pada perut bagian bawah, aliran urine yang melemah, atau sering buang air kecil pada malam hari (nokturia). Adapun gejala-gejala ini umumnya sama dengan yang terjadi pada pasien kanker prostat lansia.

Selain gejala, tingkat PSA, kemungkinan hidup, stadium, dan jenis pengobatan kanker prostat pada usia muda pun umumnya sama. Konsultasikan dengan dokter bila Anda merasakan gejala tertentu pada prostat Anda.

Bagaimana mencegah kanker prostat pada usia muda?

Didiagnosis memiliki kanker prostat saat masih muda sama berbahayanya dengan yang terjadi pada orang lebih tua. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan upaya pencegahan kanker prostat sedini mungkin agar terhindar dari penyakit ini. Beberapa upaya pencegahan yang bisa Anda lakukan sejak kini, yaitu:

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Jaga berat badan.
  • Berolahraga rutin.
  • Hindari merokok.

Itulah tadi informasi mengenai Kenali Penyebab dan Gejala Kanker Prostat pada Usia Muda dan sekianlah artikel dari kami layanandokter.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Wednesday, August 12, 2020

Berbagai Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi oleh - layanandokter.online

Halo sahabat selamat datang di website layanandokter.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Berbagai Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi oleh - layanandokter.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Mencegah infeksi saluran kemih atau ISK tentu dapat dilakukan dengan cara mudah dan murah dibandingkan harus mengobatinya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan gaya hidup sehat. Beberapa makanan, seperti buah cranberry, juga dapat membantu Anda untuk menghindari dampak lanjut yang lebih buruk dari ISK.

Cara mudah mencegah infeksi saluran kemih

Ada beberapa kebiasaan yang tanpa Anda sadari dapat meningkatkan risiko ISK seperti sering menahan buang air kecil dapat memperbesar kemungkinan perkembangan bakteri penyebab ISK. Selain itu, membersihkan organ intim asal-asalan juga berperan dalam penyebaran bakteri sehingga berdampak pada ISK.

Bila tidak ingin infeksi saluran kencing terjadi, beberapa cara berikut dapat membantu Anda untuk mencegah infeksi saluran kemih.

1. Minum banyak air putih

Selain menghindarkan Anda dari dehidrasi, minum 8 gelas air putih setiap hari juga menjadi salah satu cara mudah untuk mencegah perkembangan bakteri penyebab infeksi saluran kemih.

Minum banyak air akan “membilas” saluran kandung kemih dan mengeluarkannya melalui urine. Dengan begitu, peluang bakteri untuk menempel dan berkembang biak pada dinding saluran kemih akan lebih kecil dan Anda terhindar dari ISK.

Minum air putih juga baik untuk Anda yang sering terkena ISK berulang kali. Hal ini dikatakan oleh peneliti University of Miami Miller School of Medicine, Dr. Thomas M. Hooton, bahwa memenuhi kebutuhan cairan akan menghindari Anda dari risiko infeksi saluran kemih yang kambuh lagi.

2. Tidak menahan buang air kecil

merinding saat buang air kecil

Menahan buang air kecil memang menjadi salah satu penyebab Anda mengalami ISK. Itu sebabnya, tidak menunda waktu buang air kecil merupakan cara mudah untuk mencegah infeksi saluran kemih.

Kebiasaan menunda buang air kecil akan membuat bakteri lebih tertahan lebih lama bersama urine di kandung kemih. Penumpukan ini memungkinkan bakteri berkembang dan menginfeksi saluran kemih.

Nah, buang air kecil berfungsi untuk membersihkan saluran kemih dari bakteri dan dapat mengurangi risiko infeksi. Buang air kecil juga sekaligus membuang limbah hasil metabolisme tubuh yang tidak dibutuhkan.

3. Buang air kecil sebelum dan sesudah seks

Berhubungan seks bisa menjadi salah satu awal mula terjadinya infeksi saluran kemih. Saat penetrasi, penis atau jari dapat mendorong bakteri dari luar vagina untuk masuk ke dalam uretra lalu menjalar ke kandung kemih.

Dengan alasan inilah Anda terutama wanita sangat dianjurkan untuk buang air kecil sebelum dan sesudah bercinta untuk mencegah adanya infeksi pada saluran kemih. Tanpa buang air kecil, bakteri yang baru masuk akan berkembang biak dan menyebabkan infeksi.

Hindari juga menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom yang mengandung spermisida. Spermisida adalah zat yang berfungsi untuk membunuh sel sperma. Apermisida memberi dampak pada pH vagina yang akan meningkatkan risiko penyakit.

Jika Anda mengalami masalah seperti vagina yang kering, Anda bisa menggunakan lubrikan yang berbahan dasar air. Sebelumnya, konsultasikan dahulu ke dokter mengenai alat kontrasepsi yang aman dan cocok.

4. Membersihkan anus dan area genital dengan tepat

bakteri vagina cegah hiv

Selama ini, apakah Anda sudah membersihkan anus setelah BAB dengan tepat? Seperti diketahui, penyebab ISK adalah menyebarnya bakteri E. coli dari anus ke saluran kemih uretra.

Itu sebabnya, cara membilasnya perlu Anda perhatikan dengan benar. Bilaslah anus dengan arah dari depan ke belakang sebagai cara mencegah infeksi saluran kemih. Hal ini untuk mencegah bakteri E. coli pindah dan masuk ke uretra.

Tidak hanya setelah buang air besar, Anda perlu membersihkan area genital usai melakukan hubungan intim. Gunakanlah air hangat untuk membersihkan vagina. Anda juga bisa memakai sabun, asalkan tidak mengandung wewangian. Cara ini bisa menghindari terjadinya peradangan akibat infeksi pada uretra.

5. Senantiasa menjaga kebersihan area kemaluan

Selain membilas area genital dengan tepat, Anda juga harus menjaga kebersihan area genital demi mencegah infeksi saluran kemih, terutama bagi wanita. Penyakit ini lebih rentan menyerang wanita karena uretra yang lebih pendek dibandingkan pria membuat bakteri lebih cepat masuk.

Ketika menstruasi, gantilah pembalut atau tampon setiap 4-6 jam sekali agar tidak menimbulkan bau dan infeksi dari bakteri. Selain itu, hindari juga pemakaian sabun kewanitaan karena produk ini malah akan membuat pH vagina tidak seimbang sehingga memicu pertumbuhan bakteri dan ragi (jamur).

Anda juga sebaiknya tidak melakukan douching, sebuah teknik membersihkan bagian dalam vagina dengan menyemprotkan cairan pembersih. Cara membersihkan seperti ini bisa membuat vagina lebih rentan terhadap infeksi.

6. Konsumsi suplemen cranberry

cranberry mencegah infeksi saluran kemih

Ekstrak cranberry juga dapat membantu Anda mencegah infeksi saluran kemih dengan lebih optimal. Dalam sebuah penelitian, buah cranberry terbukti mampu mencegah ISK. Kandungan senyawa polifenol unik yaitu Proanthocyanidins tipe A diketahui dapat melawan bakteri E. coli penyebab ISK.

Senyawa tersebut dapat secara efektif menghalangi bakteri menempel pada jaringan saluran kemih. Antioksidan dalam buah cranberry juga dapat mencegah peradangan akibat infeksi.

7. Pakai celana dalam yang menyerap keringat

Opsi celana dalam juga memegang peran penting dalam mencegah infeksi saluran kemih. Pilihlah celana dalam berbahan katun untuk memberikan ruang sirkulasi udara pada area organ intim.

Pemakaian celana dalam yang berbahan kain sintetis cenderung membuat area organ intim lembap sehingga memudahkan bakteri berkembang yang berpotensi menginfeksi saluran kemih.

Selain itu, jika celana dalam yang dipakai sudah terasa sempit atau ketat, segera ganti dengan yang lebih longgar. Celana dalam terlalu ketat akan menimbulkan kondisi vagina dan pantat yang lembab. Kelembaban inilah yang nantinya menjadi tempat ideal jamur dan bakteri untuk berkembang biak lalu memicu iritasi.

Bisakah mencegah infeksi saluran kemih dengan suntik vaksin?

vaksin pneumonia

Seperti penyakit infeksi pada umumnya, penderita penyakit infeksi saluran kemih harus menjalani pengobatan dengan minum antibiotik. Sayangnya, ada beberapa bakteri penyebab ISK yang telah resisten (kebal) sehingga tak bisa diatasi dengan antibiotik.

Maka dari itu, hal yang lebih ditekankan adalah melakukan segala pencegahan agar tidak terkena penyakit. Selain menerapkan kebiasaan sehat dan bersih, vaksin disebut-sebut dapat menjadi salah satu cara mencegah infeksi saluran kemih.

Vaksin sendiri telah lama digunakan sebagai langkah memberi perlindungan tambahan untuk tubuh dari berbagai penyakit infeksi yang berbahaya. Sequioa Sciences, sebuah perusahaan farmasi yang bergelut dalam penemuan dan pengembangan obat-obatan pun melakukan penelitian khusus untuk persoalan ini.

Ditemukanlah vaksin FIMCH, sebuah vaksin antigen spesifik yang terbuat dari protein adhesi batkeri FimH. Vaksin ini diharapkan dapat membunuh bakteri E. coli penyebab utama ISK pada saluran kemih.

Uji klinis dilakukan pada 67 wanita dengan 30 orang di antaranya memiliki riwayat ISK berulang. Meski kebanyakan menunjukkan respons positif, sayangnya efektivitas vaksin ini belum bisa ditetapkan dan masih membutuhkan penelitian lanjutan.

Vaksin tersebut belum tersedia secara komersial. Itu artinya sampai saat ini Anda harus melakukan melakukan gaya hidup sehat sendiri untuk menjaga kebersihan harian area genital Anda.

Itulah tadi informasi mengenai Berbagai Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi oleh - layanandokter.online dan sekianlah artikel dari kami layanandokter.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Thursday, August 6, 2020